Jumlah Pengunjung Kami

View My Stats

Labels

Sabtu, 05 November 2011

Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

Huh.... Ngeri, dimana-mana ada sampah!!

Mungkin selembar kertas, atau se-tas limbah rumah tangga tidak menjadi masalah. Namun begitu kertas dan limbah rumah tangga itu terkumpul dengan sampah sejenis dari banyak orang, muncul persoalan terutama di daerah perkotaan dimana lahan begitu terbatas.

Fakta menunjukkan bahwa potensi sampah terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk.

Penanganan sampah hingga saat ini masih belum memecahkan persoalan sepenuhnya. Keterbatasan tenaga, dana operasional dan juga lahan yang tersedia mengakibatkan belum semua sampah dapat terangkut dan diolah dengan benar. Beberapa kejadian akhir-akhir ini seperti di Leuwigajah yang menelan ratusan korban jiwa, Jayagiri Lembang dan beberapa longsoran sampah di daerah lain telah membuktikan bahwa pengolahan sampah kita selama ini hanya sebatas pembuangan akhir tanpa pengolahan lebih lanjut.

Kondisi demikian, mengakibatkan munculnya berbagai dilema yang mempengaruhi banyak faktor khususnya terhadap lingkungan dan juga terhadap derajat kesehatan masyarakat itu sendiri. Sampah yang tidak tertangani dengan baik akan mengakibatkan tingginya angka kepadatan vektor penyakit (lalat, tikus, nyamuk, kecoa dan lain-€lain), pencemaran terhadap udara, tanah dan juga air, serta rendahnya nilai-nilai estetika. Selain itu juga dapat menimbulkan penyakit-penyakit menular seperti penyakit diare, kulit, demam berdarah dengue, penyakit leptospirosis dan lain sebagainya.

Lalu, apakah kita selaku penghasil sampah akan terus berdiam diri? membiarkan aparat yang berwenang saja yang menangani sampah kita? Tentu TIDAK bukan? Perlu kesadaran dari kita selaku penghasil sampah, untuk dapat mengelola sampah itu sendiri agar tidak muncul persoalanâ€persoalan yang lebih besar, selain tentu saja dukungan dari Dinas maupun instansi terkait

Dalam upaya mengurangi dampak negatif yang timbul akibat sampah khususnya sampah organik, pengolahan sampah menjadi kompos merupakan salah satu alternatif pemecahan masalah, selain dapat memberikan income tambahan bagi masyarakat.

Tujuan

Umum:

Mewujudkan lingkungan permukiman sehat melalui pengelolaan sampah rumah tangga

Khusus :

Mengurangi meluasnya pencemaran lingkungan oleh sampah;
Mengurangi tingkat kepadatan vektor / binatang penular penyakit dan binatang pengganggu;
Perbaikan cara-cara pembuangan sampah;
Menambah income masyarakat.

Caraƒ membuat Daur Ulang Kertas

(1) Alat yang dibutuhkan :

Blender
Screen (cetak saring) ukuran sesuai keinginan dengan kerapatan screen 36
Rakel no 2 dan 3 (dapat dibeli di toko kertas)
Papan kayu yangg dilapisi kain tipis / hero
Bak besar

(2) Bahan yang dibutuhkan :

Kertas bekas (sewarna dan sejenis)
Lem kertas (kemasan 1 kg, lem putih)
Air
Karakteristik (bisa pelepah pisang, merang, daun suji, dll)

(3) Cara Pembuatan:

Potong kertas bekas dengan ukuran 3 x 3 lalu direndam dalam bak air selama 3 jam
Lunakkan kertas dengan blender hingga halus seperti bubur kertas (pulp)
Masukkan bubur kertas ke dalam bak
Blender pula lem putih lalu bubur lem dimasukkan ke dalam bak berisi air dengan perbandingan 15 liter air : 3 liter bubur kertas : 1 sendok makan lem
Masukkan karakteristik ke dalam bak, lalu aduk hingga merata dengan campuran pulp dan lem
Masukkan screen ke dalam bak, angkat screen hingga pulp tinggal di atas screen
Tempelkan screen ke papan lalu dirakel hingga airnya turun
Angkat screen ke papan lalu dirakel sehingga airnya turun
Angkat screen hingga kertas menempel di papan
Masukkan lagi screen, angkat tempelkan ke papan dan dirakel hingga airnya turun ulangi sampai papan penuh
Jemur papan hingga kertas kering
Setelah kering cabut kertas perlahanâ€lahan

Pembuatan asesories daur ulang

Dengan sedikit kreativitas, barang-€barang yang sudah tidak terpakai dapat dibentuk menjadi asesories yang cantik dan menarik, bisa juga bermanfaat untuk cindera mata pernikahan dari sampah botol bekas minuman ringan, botol aqua, daun dan bunga kering, tutup botol, sedotan, dll.

Sampah basah (organik)

Penanganan sampah basah (organik) banyak ragam.

Salah satu yang telah dikembangkan di Kabupaten Sumedang adalah pengolahan dengan biomethan green.

Yaitu sebuah metode pengolahan sampah organik menjadi biomethan dan juga pupuk cair.

Selain ITU, untuk mengantisipasi keterbatasan lahan yang ada untuk pengolahan sampah, telah dibuat pula sebuah alat Biogreen portable yang ekonomis dan efisien. Dimana sampah basah organik diolah menjadi pupuk cair dan juga gas methan. Dengan bahan baku fiber ukuran minimal 2m x 1m, alat ini mampu menampung sampah organik max 1 ton, tidak membutuhkan waktu lama tetapi dapat secara langsung menghancurkan dan siap menjadi pupuk cair.
http://www.stbm-indonesia.org

0 komentar:

Poskan Komentar